021 - 741 80 54
021 - 298 224 83

Kredit Pinjaman Dana Talangan Agunan BPKB Motor Dan Mobil

Jasa pinjaman dana talangan kredit Agunan BPKB mobil atau motor, mudah dan cepat, cicilan ringan terjangkau angsuran murah, BPKB aman, leasing resmi terpercaya

Kredit Pinjaman Dana Talangan Agunan BPKB Motor Dan Mobil

Jasa pinjaman dana talangan kredit Agunan BPKB mobil atau motor, mudah dan cepat, cicilan ringan terjangkau angsuran murah, BPKB aman, leasing resmi terpercaya

Cukup Ceban Dolar, Mobil Biasa Bisa Menjadi Mobil tanpa Awak

28 06 2014
Jalopnik.com
Di Kala para produsen mobil terkemuka tengah berjuang menghadirkan mobil yang mampu berjalan tanpa awak, perusahaan 'Cruise Automation' menyatakan mereka mampu membuat mobil yang ada saat ini melakukan hal yang sama. Caranya, cukup memasang sebuah kit hasil pengembangan mereka yang memerlukan biaya sekitar US$10.000.

Perusahaan yang bermarkas di South California itu mengatakan, tahun depan pihaknya akan menjual teknologi yang bisa mengubah mobil Anda agar punya kemampuan valet pribadi cukup dengan biaya 'ceban' dolar.

Sistem tambahan itu diklaim mampu melakukan pekerjaan sedikit banyak seperti yang bisa dilakukan pada teknologi yang ada di Mercedes-Benz S-Class, seperti yang dituliskan oleh situs Jalopnik.

Alat yang dinamai kit Cruise RP-1 hadir dengan seperangkat sensor-sensor yang dibutuhkan untuk dipasang di bagian atap mobil, bersama sejumlah aktuator mekanis yang akan mengoperasikan pedal akselerator, rem dan kemudi, serta sebuah perangkat komputer untuk mengatur segalanya.

Mengingat teknologi serupa milik Google pada mobil autonomous-nya membutuhkan biaya lebih dari US$75 ribu, pastinya Anda berpikir kalau sistem Cruise RP-1 ini memiliki sejumlah kekurangan. Yap, tentu saja.

Yang pertama, RP-1 hanya bisa digunakan di beberapa ruas jalan raya di California, lalu ia juga tidak efektif dalam kondisi buruk seperti hujan, salju, termasuk saat malam hari, dan perusahaan sangat-sangat menyarankan untuk tidak menggunakannya dalam situasi tersebut.

Kekurangan lainnya adalah masalah ketersediaannya. Perusahaan mengatakan bahwa sistem mereka akan diluncurkan tahun depan hanya dalam jumlah 50 unit. Kekurangan yang terakhir, sistem ini hanya bisa diadopsi oleh Audi A4 dan S4 keluaran 2012 atau yang lebih baru. Jadi tidak semua mobil bisa memanfaatkan teknologi ini.

Sumber: metrotvnews.com

Segera Mengganti Oli Usai Mudik?, Apakah Perlu?

17 08 2014prepare-and-proect.net
Setelah menjalani ritual mudik, para pemilik kendaraan bermotor biasanya akan segera melakukan pengecekan kendaraan. Target utamanya mengganti oli. Pasalnya hampir semua pemudik berpikiran sama akhirnya terjadilah antrean panjang di bengkel.

Daripada menghabiskan dan membuang waktu di bengkel, ada baiknya memahami sendiri seberapa mendesakkah penggantian pelumas kendaraan Anda saat usai melakukan perjalanan mudik.

Sebelum melakukan perjalanan jauh biasanya para pemudik selalu mempersiapkan kedaraannya dengan baik, termasuk melakukan penggantian oli. Usia pakai oli diperkirakan sekitar 5.000-7.000 kilometer, sementara perjalanan mudik dan balik kita anggap saja maksimal 1.500 km x 2 = 3.000 km di Pulau Jawa.

Anggap saja Anda keliling mengunjungi sanak keluarga di kampung halaman dan mampir di beberapa tempat wisata. Maka total jarak yang dibukukan tentu tidak akan melebihi hingga 5.000 km. Sampai di sini Anda tentu sudah bisa membayangkan seberapa Perlunya kendaraan Anda harus melakukan penggantian oli.

Perjalanan luar kota umumnya membuat mesin kendaraan bekerja lebih ringan, walaupun jarak tempuh terasa jauh.

Jika perjalanan lancar, secara otomatis putaran mesin relatif lebih stabil. Hal ini bisa ditandai dengan frekuensi pemindahan gigi transmisi yang sangat rendah karena pada jalan yang lancar membuat pengendara bisa berlama-lama menggunakan gigi tertinggi.

Kondisi seperti itu membuat beban mesin menjadi berkurang. Suhu mesin pun menjadi jauh lebih stabil dan terkontrol dengan baik. Alhasil, beban kerja pelumas pun lebih ringan sehingga tidak perlu segera melakukan penggantian sebelum jarak tempuh maksimal tercapai.

Persoalannya akan berbeda jika sepanjang perjalanan Anda kerap menemui titik-titik kemacetan yang parah. Namun, seberapa parahkah sampai Anda harus melakukan penggantian oli sesegera mungkin berdasarkan hitungan matematika sederhana di atas?

Kondisi macet harian lebih berat

Sebenarnya kurang tepat memegang pedoman penggantian oli menggunakan jarak tempuh. Kendaraan yang kerap menghadapi kemacetan tentu odometer jarak tempuh akan berputar sangat lamban, padahal mesin tetap bekerja bahkan lebih berat.

Saat macet parah, ada beban tambahan dari kompresor AC yang bekerja lebih keras melawan panas kabin karena mobil tidak bergerak sehingga tidak ada udara yang mengalir untuk membantu melepas panas. Kerja kompresor AC makin berat lagi akibat 'bonus' panas yang disumbang oleh mesin kendaraan di sekitarnya.

Pada kondisi seperti itu, beban mesin juga bertambah oleh alternator yang bertugas memasok listrik ke aki akibat tersedot oleh motor listrik perangkat blower evaporator AC dan kipas listrik pada kondensor AC, plus kipas radiator mesin.

Padahal jika perjalanan lancar, kipas radiator dan blower tidak aktif karena sudah diambil alih oleh aliran udara alami dari luar.

Bayangkan jika macet parah seperti itu dijalani setiap hari, seperti yang sering Anda saksikan pagi hari di ruas-ruas jalan tol yang menuju pusat Kota Jakarta. Dampaknya masa pakai oli bisa lebih pendek sehingga perlu melakukan penggantian lebih cepat dari jarak tempuh yang dianjurkan.

Sumber: otomotif.metrotvnews.com

Beberapa penyebab Pinjaman Anda Ditolak Bank

15 08 2014Mike Rini Sutikno. (Foto: MRE) ADA 3 type orang dalam hal meminjam uang: a) butuh; b) belum butuh; c) ketagihan. Ketika Pinjaman Uang diambil untuk tujuan keuangan tertentu, ini namanya butuh. Orang yang mampu membiayai segala kebutuhannya dengan uang tunai, tidak membutuhkan pinjaman. Mereka yang terus menerus mengambil pinjaman, sudah pasti memiliki ketergantungan tingkat tinggi terhadap utang. Ini sudah ketagihan.

Sikap yang terbaik dalam menyikapi utang yaitu dengan tidak mengambilnya. Bebas utang selain membuat anda sehat secara finansial juga membuat hidup lebih tenang lahir batin. Lagipula meminjam uang ke bank bukan perkara gampang. Banyak orang merasa sudah memenuhi berbagai persyaratan, tapi tetap saja pinjaman ditolak. Kondisi ini sangat berkaitan erat dengan posisi finansial di mana seseorang atau sebuah keluarga berada yang menyebabkan pengajuan pinjaman ke bank di tolak. Mari kita bahas.

1. Bad Credit History, Sejarah Pinjaman yang Buruk
Sejarah tinggal kenangan tak perlu disesali apa yang telah terjadi. Pepatah ini bagaimanapun puitisnya namun tak akan membuat bank bersikap manis romantis. Bahkan boleh di bilang bank anda cenderung skeptis dan ekstra hati-hati . Ini terjadi jika anda  pernah memiliki sejarah catatan pembayaran cicilan utang yang buruk di masa lalu.

Contohnya: anda pernah memiliki tunggakan utang yang belum terselesaikan  di bank A, kemudian anda mengajukan pinjaman baru ke bank B. Kemungkinan pengajuan pinjaman anda ke bank B bakalan tidak disetujui. Bank B tentunya tidak mau mengalami nasib yang sama dengan Bank A. Gara-gara cicilan utang macet, bank kehilangan uang mereka.

Sejarah pembayaran utang nasabah bank dan lembaga keuangan lainnya tercatat dengan baik di data base Bank Indonesia. Begitu kita menyerahkan formulir pengajuan pinjaman ke bank , mereka akan memverifikasi riwayat pembayaran pinjaman terdahulu. Jika termasuk dalam daftar debitur macet, pinjaman anda bisa ditolak. Bagusnya catatan buruk tersebut bisa di hapus, syaratnya anda menyelesaikan terlebih dulu tunggakan pinjaman  di bank sebelumnya.

Konon ada sedikit toleransi, setelah masa dua tahun catatan buruk tersebut bisa dianggap tidak valid. Artinya bank bersedia memberikan pinjaman  walaupun anda memiliki reputasi yang kurang baik. Mungkin setelah masa dua tahun  calon debitur dianggap sudah insyaf  dan bisa membangun kembali reputasi pinjaman yang baik dimasa depan. Barangkali.......

2. Agunan Kurang Layak

Bank mengklaim dirinya bergerak di bisnis simpan pinjam, namun mereka mensyaratkan adanya agunan dalam pengajuan pinjaman. Agunan adalah jaminan pinjaman berupa tanah, bangunan, kendaraan, atau jenis aset lainnya yang dianggap layak oleh bank. Jika pinjaman macet, jaminan bisa disita bank dan di jual untuk menutup saldo pinjaman tersebut.

Tak heran calon debitur kerap menggampangkan pinjaman mereka. Kalau macet tinggal di sita saja toh. Jadilah bisnis bank serupa bisnis properti yang kerjanya melakukan jual beli tanah dan bangunan.  Ini anggapan yang tidak benar.

Jaminan diperlukan untuk meminimalisir risiko kredit macet. Jika pembayaran pinjaman berjalan lancar, maka jaminan akan dikembalikan.  Hanya ketika terjadi kredit macet setelah tiga bulan berturut-turut barulah jaminan bisa disita. Jelaslah, bahwa pinjaman diberikan karena anda memiliki penghasilan, bukan karena agunan. Namun tanpa agunan tidak ada yang mengcover risiko kredit macet, pinjaman pun sulit diberikan.

3. Kemampuan Mengembalikan Pinjaman Kurang

Berutang kerap dianggap memalukan dan identik dengan orang miskin. Tentu saja ini tidak benar! Utang tidak pernah ditujukan untuk orang miskin, yang diberikan tanpa perlu di kembalikan alias sedekah. Bahkan Muhammad Yunus dengan Grameen Banknya, yang mengklaim diri mereka Bank Untuk Orang Miskin, tidak melakukan hal itu. Pinjaman tetap harus dikembalikan dengan bunga selangit.

Kemampuan mengembalikan pinjaman adalah kuncinya. Gampangnya , anda harus memperlihatkan kepada bank bawa anda memiliki penghasilan berjalan. Dari penghasilan inilah  yang akan digunakan untuk membayar cicilan pinjaman. Tidak ada penghasilan , tidak ada pinjaman. Tidak masalah jika sudah memiliki kewajiban cicilan pembayaran hutang berjalan. Otomatis akan di perhitungkan ke dalam kemampuan anda, asalkan total cicilan sebelumnya ditambah cicilan pinjaman baru tidak melebihi 30 persen dari penghasilan anda.

4. Tidak Ada  Modal Sendiri

Mengapa bank mensyaratkan Uang Muka atau Down Payment (DP) sebesar 30 persen dari harga rumah pada KPR? Ketentuan ini juga berlaku pada kredit mobil dan kredit usaha. DP ini tidak dibayarkan ke bank, tetapi ke pihak developer atau ke dealer mobil. Pada pinjaman usaha sedikit berbeda. Dari  total kebutuhan pinjaman, maka bank hanya akan membiaya 70 persennya saja. Sisanya harus diusahakan sendiri oleh calon debitur.

Mempertimbangkan moral hazard, bank selalu berasumsi dengan skenario terburuk. Debitur selalu dianggap akan cenderung macetketimbang lancar. Jika pinjaman di biayai 100 persen, dikhawatirkan debitur menjadi kurang bertanggung jawab. Biarin aja, itu kan uang bank !Jika debitur juga turut mengusahakan permodalan sendiri sebesar 30 persen, paling tidak akan mengusahakan yang terbaik agar modal yang ikut ditanamkannya juga kembali.  Inilah mengapa untuk meminjam uang butuh uang. Nah, persiapkan dulu modal sendiri sebelum meminjam ke bank.

5. Situasi Pekerjaan Tidak Mendukung

Kondisi ekonomi sangat berpengaruh terhadap kinerja dunia usaha. Kalau kita terlusuri kembali dampak krisis finansial global banyak pabrik otomotif, tekstil dan sepatu yang tutup. Akibatnya bank pun akan sangat ekstra hati-hati memberikan pinjaman kepada calon debitur yang penghasilannya terkait dengan industri ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Beberapa profesi  yang dianggap berisiko tinggi juga sulit mendapatkan pinjaman bank. Contohnya seperti pekerja seni dengan penghasilan yang tidak tetap dan sangat sensitif dengan selera konsumen, polisi atau pilot dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi. Kesimpulannya kondisi ekonomi & selera pasar yang berpengaruh terhadap kinerja suatu bidang usaha tertentu atau membuat situasi pekerjaan seseorang menjadi kurang menguntungkan, akibatnya pinjaman bisa ditolak.

Sumber:  economy.okezone.com

 

Back To Top - Kembali Ke Atas