KALKULATOR SIMULASI ESTIMASI ANGSURAN PINJAMAN SMS CENTER 24 Jam, 0899 - 9658 - 815 Cukup SMS, Kami Telpon Balik, Sabtu-Minggu Tetap Kami Layani.
Format SMS: NAMA # ALAMAT # TYPE-TAHUN - Contoh: LIA # DEPOK # TOYOTA FORTUNER 2015
Syarat Mudah, Proses Cepat, Angsuran Ringan Terjangkau
MENJAWAB KEBUTUHAN KREDIT ANDA. Urusan Kredit Jadi Lebih Mudah dan Praktis

Beberapa Penyebab Pinjaman Anda Ditolak Bank

ADA 3 type orang dalam hal meminjam uang: a) butuh; b) belum butuh; c) ketagihan. Ketika Pinjaman Uang diambil untuk tujuan keuangan tertentu, ini namanya butuh. Orang yang mampu membiayai segala kebutuhannya dengan uang tunai, tidak membutuhkan pinjaman. Mereka yang terus menerus mengambil pinjaman, sudah pasti memiliki ketergantungan tingkat tinggi terhadap utang. Ini sudah ketagihan.

Sikap yang terbaik dalam menyikapi utang yaitu dengan tidak mengambilnya. Bebas utang selain membuat anda sehat secara finansial juga membuat hidup lebih tenang lahir batin. Lagipula meminjam uang ke bank bukan perkara gampang. Banyak orang merasa sudah memenuhi berbagai persyaratan, tapi tetap saja pinjaman ditolak. Kondisi ini sangat berkaitan erat dengan posisi finansial di mana seseorang atau sebuah keluarga berada yang menyebabkan pengajuan pinjaman ke bank di tolak. Mari kita bahas.

1. Bad Credit History, Sejarah Pinjaman yang Buruk
Sejarah tinggal kenangan tak perlu disesali apa yang telah terjadi. Pepatah ini bagaimanapun puitisnya namun tak akan membuat bank bersikap manis romantis. Bahkan boleh di bilang bank anda cenderung skeptis dan ekstra hati-hati . Ini terjadi jika anda  pernah memiliki sejarah catatan pembayaran cicilan utang yang buruk di masa lalu.

Contohnya: anda pernah memiliki tunggakan utang yang belum terselesaikan  di bank A, kemudian anda mengajukan pinjaman baru ke bank B. Kemungkinan pengajuan pinjaman anda ke bank B bakalan tidak disetujui. Bank B tentunya tidak mau mengalami nasib yang sama dengan Bank A. Gara-gara cicilan utang macet, bank kehilangan uang mereka.

Sejarah pembayaran utang nasabah bank dan lembaga keuangan lainnya tercatat dengan baik di data base Bank Indonesia. Begitu kita menyerahkan formulir pengajuan pinjaman ke bank , mereka akan memverifikasi riwayat pembayaran pinjaman terdahulu. Jika termasuk dalam daftar debitur macet, pinjaman anda bisa ditolak. Bagusnya catatan buruk tersebut bisa di hapus, syaratnya anda menyelesaikan terlebih dulu tunggakan pinjaman  di bank sebelumnya.

Konon ada sedikit toleransi, setelah masa dua tahun catatan buruk tersebut bisa dianggap tidak valid. Artinya bank bersedia memberikan pinjaman  walaupun anda memiliki reputasi yang kurang baik. Mungkin setelah masa dua tahun  calon debitur dianggap sudah insyaf  dan bisa membangun kembali reputasi pinjaman yang baik dimasa depan. Barangkali.......

2. Agunan Kurang Layak

Bank mengklaim dirinya bergerak di bisnis simpan pinjam, namun mereka mensyaratkan adanya agunan dalam pengajuan pinjaman. Agunan adalah jaminan pinjaman berupa tanah, bangunan, kendaraan, atau jenis aset lainnya yang dianggap layak oleh bank. Jika pinjaman macet, jaminan bisa disita bank dan di jual untuk menutup saldo pinjaman tersebut.

Tak heran calon debitur kerap menggampangkan pinjaman mereka. Kalau macet tinggal di sita saja toh. Jadilah bisnis bank serupa bisnis properti yang kerjanya melakukan jual beli tanah dan bangunan.  Ini anggapan yang tidak benar.

Jaminan diperlukan untuk meminimalisir risiko kredit macet. Jika pembayaran pinjaman berjalan lancar, maka jaminan akan dikembalikan.  Hanya ketika terjadi kredit macet setelah tiga bulan berturut-turut barulah jaminan bisa disita. Jelaslah, bahwa pinjaman diberikan karena anda memiliki penghasilan, bukan karena agunan. Namun tanpa agunan tidak ada yang mengcover risiko kredit macet, pinjaman pun sulit diberikan.

3. Kemampuan Mengembalikan Pinjaman Kurang

Berutang kerap dianggap memalukan dan identik dengan orang miskin. Tentu saja ini tidak benar! Utang tidak pernah ditujukan untuk orang miskin, yang diberikan tanpa perlu di kembalikan alias sedekah. Bahkan Muhammad Yunus dengan Grameen Banknya, yang mengklaim diri mereka Bank Untuk Orang Miskin, tidak melakukan hal itu. Pinjaman tetap harus dikembalikan dengan bunga selangit.

Kemampuan mengembalikan pinjaman adalah kuncinya. Gampangnya , anda harus memperlihatkan kepada bank bawa anda memiliki penghasilan berjalan. Dari penghasilan inilah  yang akan digunakan untuk membayar cicilan pinjaman. Tidak ada penghasilan , tidak ada pinjaman. Tidak masalah jika sudah memiliki kewajiban cicilan pembayaran hutang berjalan. Otomatis akan di perhitungkan ke dalam kemampuan anda, asalkan total cicilan sebelumnya ditambah cicilan pinjaman baru tidak melebihi 30 persen dari penghasilan anda.

4. Tidak Ada  Modal Sendiri

Mengapa bank mensyaratkan Uang Muka atau Down Payment (DP) sebesar 30 persen dari harga rumah pada KPR? Ketentuan ini juga berlaku pada kredit mobil dan kredit usaha. DP ini tidak dibayarkan ke bank, tetapi ke pihak developer atau ke dealer mobil. Pada pinjaman usaha sedikit berbeda. Dari  total kebutuhan pinjaman, maka bank hanya akan membiaya 70 persennya saja. Sisanya harus diusahakan sendiri oleh calon debitur.

Mempertimbangkan moral hazard, bank selalu berasumsi dengan skenario terburuk. Debitur selalu dianggap akan cenderung macetketimbang lancar. Jika pinjaman di biayai 100 persen, dikhawatirkan debitur menjadi kurang bertanggung jawab. Biarin aja, itu kan uang bank !Jika debitur juga turut mengusahakan permodalan sendiri sebesar 30 persen, paling tidak akan mengusahakan yang terbaik agar modal yang ikut ditanamkannya juga kembali.  Inilah mengapa untuk meminjam uang butuh uang. Nah, persiapkan dulu modal sendiri sebelum meminjam ke bank.

5. Situasi Pekerjaan Tidak Mendukung

Kondisi ekonomi sangat berpengaruh terhadap kinerja dunia usaha. Kalau kita terlusuri kembali dampak krisis finansial global banyak pabrik otomotif, tekstil dan sepatu yang tutup. Akibatnya bank pun akan sangat ekstra hati-hati memberikan pinjaman kepada calon debitur yang penghasilannya terkait dengan industri ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Beberapa profesi  yang dianggap berisiko tinggi juga sulit mendapatkan pinjaman bank. Contohnya seperti pekerja seni dengan penghasilan yang tidak tetap dan sangat sensitif dengan selera konsumen, polisi atau pilot dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi. Kesimpulannya kondisi ekonomi & selera pasar yang berpengaruh terhadap kinerja suatu bidang usaha tertentu atau membuat situasi pekerjaan seseorang menjadi kurang menguntungkan, akibatnya pinjaman bisa ditolak.

Sumber:  economy.okezone.com
Share on Google Plus

About Auto Formula MT

Jasa pinjaman dana talangan Jaminan Gadai Agunan BPKB mobil motor, mudah, cepat, angsuran murah ringan terjangkau, aman, leasing resmi terpercaya

0 komentar:

Posting Komentar